Innalillahiwainnailaihirojiun.
Gus Dur telah pergi.
Jauh, dan tak kembali.
Tetapi bagi kami, kaum yang suka berbeda pendapat.
Jauh, dan tak kembali.
Tetapi bagi kami, kaum yang suka berbeda pendapat.
Tak akan lupa, dan semoga tetap ingat
Beliau adalah teladan.
Guru dan suhu yang tak habis ilmunya untuk ditimba.
Intelek, berani, ceplas-ceplos, dan penuh humor.
Tidak banyak yang begini.
Guru dan suhu yang tak habis ilmunya untuk ditimba.
Intelek, berani, ceplas-ceplos, dan penuh humor.
Tidak banyak yang begini.
Gus Dur telah pergi.
Jauh, tetap terasa dekat.
Bukan karena pemimpin umat
BUkan pula karena mantan Presiden
BUkan pula karena pernah dilengserkan
atau “nyelenehnya”
Bagi saya,
karena berani berbeda pendapat.
Janganlah lupa
Di era topi baja
Ia menyelorohkan banyak hal
Menentang penguasa
Meski terkadang sebatas tinta
Atau ucapan belaka
Walaupun dari atas kursi roda
denganĀ “empat mata”.
BUkan semata ada,
Tetapi, mAsih banyakkah anak2 Indoensia seperti dia?
Berani tampil beda
Meski tidak harus memiliki massa
Semoga “Gus Dur – Gus Dur” muda
Smakin banyak yang berani
Tanpa takut apapun juga
Demi keadilan dan kemashalatan negeri
***
Depok, 31 Des 09
Advertisement



Recent Comments