In Memoriam Maria Goretti (Eng)

1 10 2009

maria goretti

kulihat disebelah kiri wall ku

ada “1 friend request”

ku klik, dan kulihat foto seorang wanita berkacamata

ia telah “add” aku untuk menjadi teman fb nya

ku tak tahu ia siapa

sampai kubuka inbox dan disana “aku dr sma1 bukittingi angkatan 83″

hm ku approve dan segera bercanda ria

itu tiga hari lalu

kami terus bertukar cerita

di chatting room atau wall terbuka

tak ada syak wasangka

sampai tadi malam

ketika inbox ku mendapat pesan singkat dari seorang teman

ia boss maria

ia tuturkan maria telah tiada tertimpa reruntuhan gedung kantornya

ya maria esemasatu bukittinggi delapantiga

telah dipanggilNya

ketika ia baru saja gembira dengan pekerjaan aspalnya

***

kawan baruku

teman ef be ku

ku kehilangan engkau

belum sempat kenal banyak dan lebih lama

kau tinggalkan fotomu berkaca mata gelap

kaca mata yang melambangkan kesedihan

kaca mata yang tidak memungkinkan kami membaca hatimu

maria, maria, goretti

kau tinggalkan kami

bersama ratusan anak manusia minang dan indonesia lainnya

dalam duka dan sepi yang tiada jelas tepibatasnya

semoga engkau tenang di alam baka sana

kami yakin itu

selamat jalan pekerja keras

***

sawangan, 1 oktober 09





Setengah Tiang Saja kok Lupa!

30 09 2009

Sejujurnya

Tadi pagi kutanya seseorang

“Betul Bang, tidak ada” jawabnya

“Kamu yakin? ” balasku

“Iya” tegasnya

Aku nelangsa.

.

.

Sorenya, seseorang yang menegurku

“Masak iya?” tanyaku

“Betul Bang!” jawabnya juga

Aku nestapa.

.

.

Sekarang

Belum lewat

Belum tamat

Masih 30 September.

Tadi pagi bangsaku lupa menaikkan bendera itu

Sore ini, malam nanti, esok pagi, hinga entah nanti

Mungkin kita memang harus menggereknya

Setengah tiang saja

Untuk pahlawan revolusi itu dan korban lainnya di pelosok nusantara

Juga untuk ratusan nyawa yang terhimpit reruntuhan kayu, tembok dan batu bata

Di Minangkabau sana.

(30 September 2009, di dinginnya Depok mengenang gempa 7,6 R di bumi minangku)





Bangkit atau Bangkrut?

20 05 2008

kata mereka akan memperingatinya

hari kebangkitan nasional, dua puluh mei dua ribu dlapan

benarkah?

mengapa mereka peringati di jalan raya, dengan motor gede pula

di saat kaum papa semakin tidak berdaya akan bencana pangan, energi, dan perhatian

di saat kaum papa semakin tidak punya apa-apa, untuk hari ini dan esok lusa

atas nama indonesia raya, mereka nyanyikan lagu kebangsaan itu

dengan topi dan helm terpasang

lalu mereka menghormati siapa sebenarnya?

sungguh kita sudah bangkrut, jiwa, raga, dan harta

masihkah kau butuh bukti lain yang lebih nyata?

ketika tuhan telah memperlihatkannya?





Hello world!

20 05 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!